Kartunet Kampanye Aksesibilitas
tanpa Batas
"Kontes Blogging Semi SEO"
Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas
"Kontes Blogging Semi SEO"
Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas
Assalamualaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh
Hallo Kawan-kawanku. Apa kabar
kalian semua? Bagaimana aktivitas kalian saat ini? Pasti sangat melelahkan kan?
Apalagi ketika kalian pergi dan pulang dari pekerjaan, kuliah, maupun sekolah
dengan menggunakan fasilitas publik yang tidak memadai dan tidak nyaman. Itu
membuat mood kita menjadi berantakan.
Kali ini, di blog ini, dalam rangka mengikuti kontes Kartunet Kampanye Aksesibilitas
tanpa Batas, saya akan
membahas mengenai Aksesibilitas tanpa batas menggunakan fasilitas publik.
Fasilitas publik meliputi fasilitas bangunan, dan transportasi, serta berbagai fasilitas di luar ruangan termasuk sarana rekreasi. Fasilitas publik yang ada sekarang memang masih jauh dari kenyamanan. Banyak fasilitas publik yang tidak terawat dan terbengkalai. Contohnya saja, Terminal Tipe A yang ada di Tasikmalaya (tempat asallku). Sebenarnya, konstruksi terminalnya sudah bagus, bahkan pembangunannya memakan dana milyaran rupiah. Akan tetapi tempatnya tidak terawat. Taman di terminal itu penuh dengan rumput liar yang menjulang tinggi. Belum lagi sampah yang berserakan dimana-mana. Padahal ada petugas untuk merawat fasilitas tersebut.
Tidak jauh seperti di Tasikmalaya, Terminal Lebak bulus pun tingkat kenyamanannya sangat minim. Toilet umum di Terminal Lebak Bulus sangat tidak nyaman. Bau pesing sangat menusuk hidung jika kita masuk ke toilet umum tersebut. Begitu pun tempat beribadahnya (musholla) di sana. Mukena yang ada di mushola Terminal Lebak Bulus tidak tersusun rapi, berantakan, dan kotor (mungkin jarang dicuci). Bagaimana kita bisa beribadah kalau keadaan musholla nya seperti itu?
Kawan-kawanku...
Mari kita merenung sejenak.
Kita saja yang memiliki fisik dan
mental yang sempurna merasa tidak nyaman dengan fasilitas publik yang ada
sekarang ini. Apalagi bagi seseorang yang menderita disabilitas. Hal ini memang
dapat membuat frustasi bagi para penyandang disabilitas, menghadapi kenyataan
bahwa fasilitas publik yang ada ternyata tidak memungkinkan bagi mereka untuk
beraktivitas secara normal. Saya akan memaparkan beberapa hambatan arsitektural
pada fasilitas umum yang dihadapi penyandang disabilitas:
- Hambatan arsitektural yang dihadapi pengguna kursi roda:
-
Perubahan tingkat
ketinggian yang mendadak antara jalan dan trotoar;
-
Permukaan jalan yang tidak
rata yang menghambat jalannya kursi roda;
-
Tidak cukupnya ruang untuk
berbelok pada pintu dan koridor yang terlalu sempit.
- Hambatan arsitektural yang dihadapi penyandang disabilitas semi-ambulant (kesulitan berjalan):
-
Tangga yang terlalu tinggi;
-
Lantai yang terlalu licin;
-
Tangga berjalan tanpa
pegangan yang bergerak terlalu cepat.
- Hambatan arsitektural bagi penyandang disabilitas tunanetra:
-
Cahaya yang terlalu silau
atau terlalu redup;
-
Rintangan-rintangan kecil
seperti papan reklame di trotoar.
Kawan-kawanku...
Akses terhadap fasilitas-fasilitas
publik (fasilitas umum) merupakan hak. Para penyandang disabilitas tidak
menuntut banyak hak yang mesti mereka peroleh. Mereka hanya berharap agar
mereka dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman seperti layaknya masyarakat
pada umumnya. Mereka juga berharap untuk bisa beraktivitas
semandiri-mandirinya, tanpa bantuan dari orang lain.
Peran pemerintah sangat berpengaruh pada masalah ini. Semestinya pemerintah memerhatikan kenyamanan fasilitas umum bagi semua elemen masyarakat, terutama bagi penyandang disabilitas.. Arsitektur fasilitas publik perlu diperhatikan agar bisa digunakan oleh para penyandang disabilitas. Penataan lingkungan yang sesuai dengan kaidah aksesibilitas akan juga memberikan lebih banyak kenyamanan bagi warga masyarakat pada umumnya.
Namun, kita juga tidak boleh hanya bergantung pada pemerintah dan hanya menjadi penonton saja. Saatnya kita membuka mata dan hati kita untuk berperan aktif dan peduli dengan permasalahan ini. Kita juga harus bertindak, melakukan aksi baik itu secara langsung terjun ke lapangan maupun dengan menggalakan kampanye Aksesibilitas Tanpa Batas, seperti yang digalakan oleh Kartunet.com (http://www.kartunet.com) dan XL Axiata (http://www.xl.co.id).
Semoga tulisan saya ini dapat menggugah hati kita semua untuk bersama-sama peduli dengan aksesibilitas tanpa batas bagi semua elemen masyarakat.
Jangan lupa untuk selalu
mengunjungi kartunet.com agar kita semua selalu update terhadap
informasi-informasi yang menginspirasi. Pakai juga kartu XL untuk mempermudah
kita dalam komunikasi, baik untuk ponsel kita, smartphone, maupun untuk modem
kita.
Sekian dari saya. Sampai jumpa di postingan berikutnya
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
15 comments:
Tolong minta komentarnya ya kawan :)
di komen
fasilitas publik menjadi sebuah kebutuhan penting untuk masyarakat. kewajiban menjaga fasilitas publik agar rapih dan nyaman sudah menjadi kewajiban bersama. harus ada kesadaran dari tiap orang.., pemerintah pun harus melakukan membaharuan agar fasilitas yang dibangun tetap diperhatikan dan dirawat..,
mantap, mbk ayu.. :) semoga tulisannya menginsfirasi banyak orang untuk sadar diri.., termasuk saya pribadi.. hehe..
iya...makasih :)
iya ka....makasih ya ka....
kritik dan sarannya????
thanks black :)
yuk kita mulai dari diri sendiri, dari yang terkecil dan mulai dari sekarang...
http://ayunurafifah.blogspot.com/2013/03/kartunet-kampanye-aksesibilitas-tanpa.html
terus lah berkarya untuk bangsa,,walau hanya goresan pena
cie...teh een kata2nya co cwiiiiitttt :)
sip ka :)
orng yg disabilitas jg punya hak yg sama sperti kita :)
subhanallah semangat berjuang kawan :)
iya....makasih ya :D
Kereen tulisannya. Inspiratif. Saya tunggu kunjungannya di blog saya. :)
http://tunaskreativita.blogspot.com/2013/03/simbol-disabilitas-foto.html
oke sip...mkasih ya :)
Post a Comment