Wednesday, 1 May 2013

Super Junior, Remaja, dan Perbankan Syariah

Super Junior
Keren, ganteng, kaya, dan populer. Itulah kata-kata yang bisa mendeskripsikan Super Junior. Super Junior atau lebih dikenal dengan SuJu atau SJ adalah sebuah grup boyband asal korea yang beranggotakan 13 orang cowok. Masih ingat kan ketika SuJu datang ke Indonesia? Betapa dahsyatnya kedatangan mereka, sampai-sampai para remaja (terutama remaja putri) rela mengantri berhari-hari untuk mendapatkan tiket konser SuJu agar bisa melihat secara langsung performance Super Junior.
image source : www.kapanlagi.com
image source : http://www.kapanlagi.com
Itu baru sebagian kecil dari kehebatan Kapitalisme (english : capitalism). Sebenarnya kalau tidak nonton SuJu juga dunia tidak akan kiamat sih, tapi di kalangan remaja zaman sekarang, sepertinya kalau nggak nonoton SuJu itu berarti nggak gaul dan ketinggaalan zaman.
image source : www.dakwatuna.comaimage source : http://www.dakwatuna.com
Sekarang, mari kita bahas tentang Perbankan Syariah. Semua orang pasti sudah mendengar istilah ini, termasuk kalangan remaja. Ada yang tau apa pengertian dari perbankan syariah? Perbankan Syariah (Arab: المصرفية الإسلامية  al-Mashrafiyah al-Islamiyah) adalah suatu sistem perbankan yang pelaksanaannya berdasarkan hukum Islam (syariah) (sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Perbankan_syariah). Bank Syariah didirikan untuk menghindari riba yang terdapat pada produk-produk perbankan dan investasi-investasi haram lainnya.
Meskipun sudah ada bank syariah, tetapi kok bank syariah masih kurang populer dibandingkan dengan bank konvensional? Malah masih lebih populer Super Junior dibanding Perbankan Syariah. Apalagi di kalangan para remaja. Eh, tapi kenapa remaja? Kenapa remaja harus mengetahui dan memahami tentang perbankan syariah?
Sebagai generasi penerus bangsa, remaja punya peran penting dalam merenovasi, mengembangkan, dan meng-organize faktor-faktor penentu perubahan negeri ini, terutama di bidang ekonomi. Maka dari itu, remaja yang berminat di bidang ini punya peran penting dalam perkembangan perbankan syariah.
Sekarang, bank-bank syariah seperti dikhususkan buat masyarakat usia dewasa. Kalangan remaja seakan nggak tersentuh oleh hal-hal tentang perbankan syariah. Makanya, remaja jadi nggak tau dan jadi kurang tertarik dengan perbankan syariah.
Dalam bidang pendidikan aja, bank syariah udah kalah sama bank konvensional. Pelajaran ekonomi yang ada di sekolah itu ekonomi konvensional. Pernah ada daerah yang menerapkan mata pelajaran ekonomi syariah pada kurikulum SMP (Kota Tasikmalaya/daerah asalku sendiri,hehe :D ). Tetapi malah banyak yang kontra dan sekarang mata pelajaran ekonomi syariah di Kota Tasikmalaya udah diganti lagi jadi ekonomi konvensional. Sayang banget kan?
Sekarang sudah ada perguruan tinggi yang nawarin jurusan perbankan syariah dan akuntansi syariah. Salah satunya yaitu Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI. Tapi akan lebih bagus lagi kalau sebelum belajar hal ini di perkuliahan, remaja sudah belajar di tingkat sekolah. Kalau aja sistem ekonomi syariah, terutama perbankan syariah bisa ambil bagian dalam kurikulum, bukan nggak mungkin bank syariah jadi pilihan utama buat nabung, berinvestasi, dsb.
Dalam hal promosi kepada remaja, bank syariah perlu sedikit mengadaptasi dari dunia kapitalisme. Seperti yang dilakukan manajemen Super Junior. Di dalam manajemen pasti ada tim marketing yang bekerja untuk memahami fenomena di masyarakat. Apa yang lagi nge-trend di kalangan remaja, dan apa yang ngebuat remaja ngerasa diri mereka terangkat kalau menjadi fans SuJu. Ini berarti remaja dijadikan objek promosi, sehingga terbukti hasilnya pun SuJu begitu populer dan disanjung para remaja. Promosi bisa dengan menginformasikan hal-hal yang positif kalau menggunakan bank syariah secara intensif, sedikit demi sedikit hati remaja akan tergerak untuk berkecimpung di dunia perbankan syariah. Juga bisa dilakuin dengan promosi inovatif lainnya.
Nah pemirsahh…sekian dulu ya dari aku..
Kita semua berharap kalau perbankan syariah akan menjadi pilar penting di Negara kita tercinta ini. Tentunya dengan remaja yang beranjak dewasa yang akan memegang tongkat estafet untuk mengelola perbankan syariah.
Sampai jumpa di postingan berikutnya.. :)
Wassalamualaikum Wr. Wb.

0 comments:

Post a Comment